Bergembira dengan Hadirnya Ramadhan

Resume Ngabita (Ngaji bit Taqwa) 03/02/2026
Ngaji bersama para pedagang/penjual jasa keliling
Bergembira dengan Hadirnya Ramadhan
Ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh orang-orang beriman. Kedatangannya bukan sekadar pergantian waktu, tetapi hadirnya musim kebaikan, ampunan, dan limpahan rahmat dari Allah ﷻ. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk bergembira menyambut Ramadhan, kegembiraan yang lahir dari iman dan harapan akan karunia Allah.
Allah ﷻ berfirman:
“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”(QS. Yunus: 58)
Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, pembeda antara yang hak dan batil.
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah: 185)
Keutamaan Ramadhan begitu besar. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadr.
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”. (QS. Al-Qadr: 3)
Rasulullah ﷺ sendiri menyambut Ramadhan dengan kabar gembira kepada para sahabat. Beliau bersabda:
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
Namun, kegembiraan menyambut Ramadhan bukanlah kegembiraan kosong. Ia harus diwujudkan dengan peningkatan ibadah, memperbaiki niat, dan kesungguhan dalam amal shalih. Puasa Ramadhan bertujuan melahirkan ketakwaan.
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”(QS. Al-Baqarah: 183)
Generasi salaf memberikan teladan luar biasa dalam menyambut Ramadhan. Mereka merindukannya, mempersiapkan diri sejak jauh hari, dan berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengannya serta menerima amal-amal mereka. Di antara perkataan ulama salaf yang menunjukan kerinduan akan datangnya Ramadhan adalah apa yang disebutkan oleh Al-Hafidz Ibnu Rajab Al Hambali. Beliau menyebutkan dari Yahya bin Abi Katsir – seorang ulama tabi’in –, mengatakan bagaimana doa sebagian sahabat ketika akan datang Ramadhan, bahwa beliau mengatakan: “Mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan, dan enam bulan setelahnya agar amal mereka diterima.”
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.
Ramadhan adalah kesempatan besar untuk pengampunan dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga Allah ﷻ mempertemukan kita dengan Ramadhan, memberikan kekuatan untuk mengisinya dengan ibadah terbaik, dan menerima seluruh amal shalih kita. Ramadhan bukan sekadar datang, tetapi harus kita sambut dengan iman, ilmu, dan amal.
arbain #taawun #sinergi #targhib #attaqwa #mrty
| Tahun Berdiri | 2001 |
